Arti Anak Dalam Keluarga
Ada sebuah keluarga yang mendambakan kelahiran anak laki-laki, namun tuhan berkehendak lain anak pertama terlahir sebagai perempuan dan begitu pun dengan anak kedua. Namun dengan alasan laki-laki itu kuat, laki-laki itu pemimpin dan laki-laki punya harapan dan visi yang jah lebih luas dibanding perempuan anak laki-laki bisa menjadi harapan di kemudian hari. Dengan demikian keinginan untuk memiliki keturunan laki-laki semakin kuat, sehingga pasangan suami istri tersebut memutuskan untuk menambah daftar buah hatinya, dengan harapan anak ketiga adalah lai-laki. Singkat cerita sang istri kembali hamil, namun ternyata anak ketiga lahir sebagai perempuan, mereka pun kecewa. Dan tidak hanya itu, kekecewaan mereka harus berbuah penderitaan bagi anak ketiga yang nyaris tidak mendapatkan kasih sayang orang tua sebagaimana layaknya.
Karena dianggap pembawa sial, anak nomer tiga hidup dalam tekanan, penderitaan, dan diskriminasi kasih sayang orang tuanya. Terlebih setelah lahir anak keempat yang dianggap sebagai anugerah besar karena ia lahir sebagai laki-laki dan itu artinya anak keempat mampu memenuhi harapan orang tuanya. Ketika anak laki-laki lahir, mereka menganggap tidak pernah memiliki anak ketiga, bahkan mereka menganggap hanya memiliki satu anak saja yaitu, si pangeran bungsu. Kasih sayang mereka sepnuhnya dilimpahkan pada anak keempat, segala keinginan anak bungsunya dengan segera mereka kabulkan. Karena orang tuanya masih meyakini bahwa anak laki-laki lebih berarti dari anak perempuan, anak laki-laki memiliki visi yang lebih luas memliki harapan yang lebih tinggi dan laki-laki itu kuat juga berjiwa pemimpin, maka kehidupan si bungsu terbalik 180 drajat dari kehidupan kakaknya yang penuh penderitaan sedangkan dia hidup dalam kesenangan dan dimanjakan.
Anak pertama dan kedua menikah setelah lulus dari SMP. Mereka berdua segera dinikahkan karena orangtuanya lebih memilih mereka hidup dibiayai suminya daripada harus mengeluarkan biaya pendidikan yang tidak sedikit namun akhirnya mereka hanya menjadi seorang isteri yang mengabdi pada suaminya. Nasib si gadis ketiga pun nyaris hampir sama dengan kedua kakaknya. Awalnya, setelah lulus SMP dia pun akan segera dinikahkan. Namun karena dia memiliki prestasi sekolah yang sangat baik akhirnya dia lebih beruntung. Ketika lulus dari SMP dia langsung mendapat beasiswa SLTA. Di SLTP pun presatasinya lebih meningkat sehingga dia kembali mendapat beasiswa di perguruan tinggi tanpa membebani orangtuanya.
Sementara si bungsu telah diterima di akademi militer, orang tuanya banting tulang untuk membiayai sekolahnya sampai dia lulus dan menjadi tentara. Setelah menjadi tentara, anak laki-lakinya mendapat tugas di luar kota dan untuk beberapa bulan, dia harus jauh dari orang tuanya. Sementara anak ketiga, setelah lulus, dia menikah dengan seorang laki-laki yang penuh tanggungjawab dan dia sendiri memiliki karier sangat baik di sebuah perusahaan. Sejak itu, barulah oang tua itu memberi simpati pada anak ketiganya.
Orang tua tersebut sudah semakin tua mereka sering sakit-sakitan, sementara di rumah hanya tinggal mereka berdua. Suatu ketika sang suami sakit parah sang isteri mulai kebingungan ketika ia harus membawa suaminya ke rumah sakit. Dengan penuh harapan dia mencoba menghubungi si bungsu namun dia hanya memberi jawaban “maaf bu saya tidak bisa pulang, tugas saya diluar kota masih lama” Anak pertama dan kedua juga sama-sama tidak bisa pulang dengan alasan transfortasi, jangankan untuk ongkos ke rumah orangtuanya, untuk memenuhi kehidupan keluarganya pun mereka kesulitan.
Dalam kondisi tersebut, jika anda sebagai orang tua apa yang terpikir oleh anda? Dan jika anda sebagai anak ke tiga sikap bagaimanakah yang akan anda ambil?
Posting Komentar untuk "Arti Anak Dalam Keluarga"