Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TINJAUAN ANALISIS BUKU ALIRAN DAN TEORI FISAFAT ISLAM

 
Jika anda membutuhkan E-Book klik disini

 
Judul Asli     : fi al-Falsafah al-Islamiyah ; Manhaj wa Tatbiqub al-Juz al-sani’
Pengarang     : Dr. Ibrahim Madkour

Penerjemah     : Drs. Yulian Wahyudi    


Buku yang diterjemahkan oleh Drs. Yulian Wahyudi dikarang oleh Ibrahim Madkour dengan judul fi al-Falsafah al-Islamiyah ; Manhaj wa Tatbiqub al-Juz al-sani’. Pembahasan mengenai filsafat islam yang disajikan dalam buku ini membahas tentang dua problematika klasik (ketuhanan dan kebebasan kehendak) Ibrahim dalam pembahasannya tidak hanya terikat oleh kajian definisi ontologik saja melainkan lebih luas sampai pada ranah korelasi anatara berbagai pemikiran dan aliran-aliran kalam, filsafat, dan tasawuf, juga mengupas tentang korelasi antara filsafat islam dengan filsafat barat.

Dari kedua permasalahan yang sangat penting tersebut, dibahas secara mendalam berdasarkan pada tiga lingkungan pemikiran yang saling berkaitan dan erat sekali dengan sejarah peradaban Islam yaitu, aliran teologis (aliran kalamiah), tasawuf, serta filsafat murni.

Tidak ada argument yang kuat untuk menafikan bahwa tidak ada filsafat dalam islam. Karena, disadari atau tidak filsafat telah lama bahkan berabad-abad bergandengan dengan islam,sekalipun dekienal dengan filsafat arab, hal ini tidak menggeser pengertian filsafat islam karena paripatik arab yang ditulis dalam bahasa arab yang sangat digemari baik kalangan muslim arab amupun muslim barat. Sebagai bukti konkritnya, sejarah telah mencatat bahwa banyak para filosof dari kalangan muslim (timur maupun barat) yang memiliki kekhususan serta keistimewaan baik secara personal maupun aliran-alirannya. Filsafat islam tumbuh di atas pondasi dan di bawah atap kemegahan peradaban islam, sehingga corak dan gayanya sangat dipengaruhi oleh ajaran-ajaran islam.

Teori Ketuhanan

Teori ketuhanan pembahasan secara implisit berkaitan dengan hakikat ketuhanan dan pembuktian adanya tuhan.

Kaum Salaf

Hakikat tuhan : cenderung ekstrim sehingga membatasi ruang gerak akal dan mengutamakan keyakinan (bertumpu pada teks agama/literalis).

Pembuktian adanya tuhan : mereka mengambarkan sifat-sifat ketuhanan sesuai dengan potret diri mereka sendiri. Menurut Ibrahi, Pandangang mereka ini sangat mirip dengan pandangan dari kelompok pra socrates dan juga terdapat pada kitab taurat (harus berpegang pada teks agama, al-quran dan hadits)

Mu’tazilah

Hakikat tuhan : mereka benar-benar mensucikan Allah SWT. Dari materi dan segala aksidensianya. Karena Allah jissim juga bukan bayangan. Bukan substansi juga bukan aksidensia, bukan bagian juga bbukan totalitas segala prasangka yang ada dalam hati tentang tuhan adalah dusta. Pandangan mereka trgolong pada plotinus.

Pembuktian adanya tuhan : mu’tazilah menggunakan teori alami dan tradisional, mereka menetaplkan bahwa alam adalah temporal berawal dan berakhir, alammerupakan kumpulan pertentengan yang tidak akan ada apa lahi kekal tanpa adanya perhatian tuhan yang maha perkasa (Allah SWT.)

As-‘Ariyah

Pembuktian adanya tuhan : menggunakan pola pembuktian alami, komplesitas manusia mulai dari proses penciptaan sampai pada kematian merupakan bukti adanya sang pencipta. Rumitnya alam dalam penciptaan dan aturannya membawa keyakinan manusia untuk menerima bahwa semua itu bersunber pada sebab sang pengatur dan penata, sedangakan karya-karya yang kokoh menunjukan ilmu dan hikmah sang pencipta.

Hakikat tuhan : asariyah termasuk aliran sifatiyah (Allah memiliki sifat-sifat eternal atau azali dan abadi) mereka menolak at-ta’til (Allah tidak memiliki sifat) segal perbuatan dan kekuasaan Allah adalah sifat Allah. Allah tidak boleh ditasybih dan tidak bolrh ditajsim.

Kaum Sufi

Pembuktian adanya tuhan : kaum sufi memiliki metode tersendiri yang tidak terlepasa dari unsur kekaburan itu. Sufi sering bertumpu pada rumuz (simbol) namun lebih sering juga bertumpu pada definisi yang tidak jelas.

Hakikat tuhan : sufi berpandangan bahwa dzat Allah bisa disifati dengan ilmu. Tidak bisa dipersepsikan dengan panca indera, dzat Allah itu realitas yang tidak terbaas jumlahnya hingga tidak terjangkau oleh manusia.





Filosof

Pembuktian adanya tuhan : para fillosof dalam pembuktian adanya tuhan memadukan antara kekuatan akal dengan Agama. Dengan yang bukan struktural melainkan pola Fungsional, sppiritual, dan dialektis. Salah satu teori yang terkenal di antara filosof muslim adalah teori wujud yang di gagas oleh al-Farabi dan dikembangkan oleh Ibnu Sina. Untuk memahami adanya tuuhan harus mengenali adanya dua wujud yaitu ada wujud yang wajibul wujud lidzatihi (ada karena dia sendiri tidak ada sebab karena dirinya ,erupakan sebab bagi dirinya sendiri) dan ada wujud yang wajibul wujud lighairihi (ada karena sesuatu yang ada.). wujud lighairihi mengharuskan adanya wujud yang lidzatihi.

Hakikat tuhan : tuhan adalah esa, esa karena dirinya sendiri, tuhan tidak berbilang dan sama sekali tidak mneyerupai makhluk-makhluk-Nya, Dia tidak kenal ruang dan waktu, dan sebab bagi entitas-entitas lain tidak termasuk klasifikasi genus atau spesies. tuhan Maha Suci dari segala aksi,materi, bentuk, dan efisiensi. Tuhan adalah aqal, aqil, dan ma’qul.

TEORI KEBEBASAN KEHENDAK

Miliu Kalam

Mu’tazilah memendang bahwa kebebasan kehendak adalah keadilan tuhan, karena keadilan tuhan menuntut manusia untuk bebas, tanpa kebebasan berkehendak bagi manusia maka fungsi propetik dan literal tidak ada arti dan gunanya.

Dalam aliran kalamiah dikenal istilah istita’ah dan tawalud istita’ah dipahami timbul sebelum perbuatan bisa berarti perbuatan tapi bisa juga sebaliknya, istita’ah tidak mesti jadi perbuatan karena tidak mungkin Allah memaksa manusia untuk melakukan perbuatan yang diluar kemampunnya, sehingga istita’ah dipahami sebagai keselamatan dan kesehatan atau kematian yang tidak bisa di hindari.

Adapun mengenai tawalud adalah perbuatan yang keluar dan diketahui prosesnya baik itu di dalam maupun di luara diri kita. Adapun perbuatan yang tidak diketahui prosesnya merupakan perbuatan Allah.

KAUM SUFI

kaum sufi menguraikan problematika kebebasan, kehendak, niat, dan qudrat dan istita’ah. sufi memegangi kebebasan tetapi dalam arti terbatas, seperti tasawuf dengan kesadara. Sufi berpandangan bahwa kebeasan diperuntukan pada kebebasan manusia dari perbudakan syahwat dan makhluk. Sedangkan keheendak adalah unsur gerak di jalan wujud (ontologi) dan ma’rifat (epistemologi). Hanay saja kehendak manusia tunduk pada kehendak Allah.

FILOSOF

para filosof muslim memegang kebebasan kehendak dan memadukannya antara kehedak manusia dengan kehendak tuhan, kehendak Allah mendahului kehendak kita. Dan berarti kehendak manusia namun kehendak manusia untuk berbuat sesuai dengan tabi’atnya tanpa paksaan dan batas-bats tertentu.

Filsafat dan Kebangkitan Erova

Filsafat islam seolah membukakan pintu bagi berbagai cakrawala baru yang bisa dikadikan objek kajian ilmiah oleh filosof-filosof yunani dan mengorientasikan mereka kepada peradaban-peradaban yang belum pernah mereka sentuh sama sekali. Filsafat islam mendorong kaum helenis untuk mencintai peradaban arab khusnya islam dan mempertemukan mereka dengan filsatfat yahudi dan pemikiran kristen.

Oleh: Cepian (Abi Ibn Al-kkhairi)

Posting Komentar untuk "TINJAUAN ANALISIS BUKU ALIRAN DAN TEORI FISAFAT ISLAM"