Tangisan Replika Bisu
tak mungkin menerangimu
aku seperti mentari yang kau pecahkan,
serpihannya kau taburkan
di langit kelam, menjadi bintang menghiasi etalase malam
dengan sinar yang tak pernah padam,
ingin aku
membakar kerangkeng berteralis phobia baca ini
meluluhlantakan energi super
hedonis, diantara sepasang mata sayumu
hanya menyimpan citra dan estetikaku
dari biru sang ketiadaan
aku ada, bukan karena takdir
tapi bisunya hatimu membuatku tak berguna.
hanya replika terpidana
dengan ketebalan debu menusuk hidungmu
sungguh tak ingin kumengerti
kenapa mesti ada kamoflase intelektual
pada darah yang selalu sombong
dengan sejuta kemungkinan di masa depan
dan aku tercampakkan
dan aku menangis dalam kebisuan
“Tanpa membacaku,
hatimu dalam kebisuan,
jati dirimu stagnan dalam kepalsuan!”
Cak.karentil88
Posting Komentar untuk "Tangisan Replika Bisu"