Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tangisan Replika Bisu

tak mungkin menerangimu aku seperti mentari yang kau pecahkan, serpihannya kau taburkan di langit kelam, menjadi bintang menghiasi etalase malam
dengan sinar yang tak pernah padam, ingin aku membakar kerangkeng berteralis phobia baca ini meluluhlantakan energi super hedonis, diantara sepasang mata sayumu hanya menyimpan citra dan estetikaku
dari biru sang ketiadaan aku ada, bukan karena takdir tapi bisunya hatimu membuatku tak berguna. hanya replika terpidana dengan ketebalan debu menusuk hidungmu
sungguh tak ingin kumengerti kenapa mesti ada kamoflase intelektual pada darah yang selalu sombong dengan sejuta kemungkinan di masa depan dan aku tercampakkan dan aku menangis dalam kebisuan “Tanpa membacaku, hatimu dalam kebisuan, jati dirimu stagnan dalam kepalsuan!” Cak.karentil88

Posting Komentar untuk "Tangisan Replika Bisu"