SOSIO DAKWAH
Konteks Sosial Dakwah
Dakwah merupakan sebuah kegiatan persuasif melalui pesan-pesan dakwah (maudu) yang dilakukan oleh subjek dakwah (da’i) terhadap masyarakat sosial yang menjadi objek dakwah (mad’u) untiuk menegekan kebjikan dan menolak kemunkaran (Syukriadi Sambas dan Ahmad Subandi :1999).
Semantara komunikasi massa merupakan suatu proses kegiatan media komunikasi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terikat dalam sebuah lembaga formal. Mereka memiliki beberapa peran dan fungsi yaitu sebagai distributor pesan mengumpulkan, mengolah, mengedit dan menerbitkan pesan dengan berbagai bentuk media (multi media) kepada halayak yang tidak dibatasi jumlahnya.
(i.d.wikipedia.org/wiki/komunikasi massa;11 des.2005).
Ketikka memaknai dakwah dengan kegiatan komunikasi massa sepintas memang kurang begitu mirip, akan tetapi jika kita rilis antara peoses pergerakan kegiatan dakwah yang yang terorganisir baik secara keilmuan mauppun kelembagaan ternyata kegiatan dakwah memang merupakan peristiwa komunikasi massa terlepas dari media massa apa yang digunakan akan tetapi jika pergerakan dakwah sudah melembaga maka prosesnya akan sama persis dengan apa yang dilakukan oleh lembaga media massa. Bahakan ketika dalam sub judul disebutkan “memaknai dakwah sebagai peristiwa komunikasi massa” maka saya mengatakan bahwa pola penyebaran pesan komunikasi massa yang dilakukan oleh media-media massa adalah uslub dakwah yang efektif untuk mempengaruhi massa.
Dakwah dan komunikasi massa sebtulnya memiliki kesamaan fungsi, berikut yang saya fahami mengenai kesamaan antara komunikasi massa dengan dakwah yang sitematis:
- Lembaga dakwah dan komunikasi massa memiliki otoritas tunggal dalam pengolahan, penyebaran dan menetukan pengaruh apa yang diharapkan dari pemirsa.
- Memiliki tenaga profesional yang konsen dalam tugasnya masing-masing
- Bergerak sistematis dan terencana objeknya bukan hizbiyah melainkan heterogen.
- Bertujuan untuk mempengaruhi massa (harold laswell; 19948, mengemukakan model komunikasi yang mirip dengan model dakwah) (i.dwikipedia.org/wiki/media massa)
- Memiliki beberapa tujuan;
- to educate - to influence
- to invite - to inform
DAKWAH, MORALITAS, dan STABILITAS SOSIAL
Dalam surat annahl : 125 di jelaskakn mengenai cara-cara berdakwah yang sekalligus menjelaskan cara islam mengajarkan pesan moral yaitu dengan cara yang bijak baik dengan kata maupun dengan prilaku (bilqaul wa bilhal), pelajran yang baik dan ber debat dengan cara yang baik pula
Islam merupaka agama rahmatan lil’alamin, maka salah besar jika sejarahwan barat menyebutkan bahwa islam adalah agama yang disebarluaskan dengan pedang (peperangan) padahal salah satu peranan islam sendiri adalah untuk membentuk perdamaian. Hal itu terbukti dengan adanya integrasi antara sistem sosial masyrakat dengan sitem kemasyarakatan yang ditaawarkan oleh islam. Adapu cara islalm dalam memelihara stabilitas sosial tidak dengan cara yang otoriter dan tangan besi seperti yang telah dilakukan oleh suharto, melainkan dengan berbagai pendekatan psikis dan spiritual. Islam berusaha memberiiakan pemahaman bahwa semua manusia pada hakikatnya sama hanya ketaatan keberagamaan dan nilai spiritualnya (taqwa) saja yang menbedakan antara satu dengan yang lainnya di hadapan Allah Allah Swt. (Qs. Alhujurat ; 13)
Lembaga dakwah merupakan lembaga kendali sosial dengan cara yang halus tidak chaos dan tidak anarkis. Dengan menyebarkan pemahaman keislaman secara komprehensif kepada khalayak sesuai dengan apa yang menjadi problem pada masyarakat. Sebagai pengendali sosial maka islam hadir di masa jahiliyah mekah untuk menata kehidupan sosial yang seimbang dan sejahtera adapun jika dalam sejarah barat islam dikenal dengan agama yang disebarkan dengan cara peperangan itu hanya merupakan perlawanan atas mereka yang benci terhadap islam sebagaimana dijelaskan dalam al-quran (alhaj;39-43) (Prof. H.M. Toha Yahya Omar, islam dan dakwah : 2004)
Posting Komentar untuk "SOSIO DAKWAH"