Mengapa Rasulullah Dicintai Allah
Mega proyek dalam kehidupan adalah proyek ibadah. Segala bentuk pekerjaan didalam sebuah amanah adalah proyek ibadah. Dalam prakteknya prasyarat proyek ibadah mutlak harus mengacu kepada al-Quran dan meniru perilaku Rasulullah SAW karena sudah sangat jelas bahwa segala lini kehidupan telah diatur secara sempurna didalam al-Quran. Di sisi lain bahwa Rasulullah adalah sosok manusia yang sangat dekat dengan Allah dan menjadi manusia paking dicintai oleh Allah.
Ada tiga alasan yang menjadikan Rasul sangat dicintai oleh Allah, pertama 'ajiizun 'alaihim maa anittum, Rasulullah memiliki karakter sebagai manusia yang senantiasa menjadikan kesulitan orang lain adalah beban bagi dirinya.
Karakter kepribadian manusia yang akan memiliki daya tarik terhadap simpati orang lain adalah ketika seseorang senantiasa hadir sebagai solusi bagi orang lain. Ketimbang hidup sebagai sumber kesulitan bagi orang lain disekitar kita yang menyebabkan hilangnya kenyamanan dalam hidup, lebih baik menjadi insan yang berfungsi sebagai solusi. Karena bukan hanya kenyamanan hidup yang akan di dapat tetapi janji Allah: barang siapa menghilangkan kesulitan seseorang, maka Allah akan menghapuskan seribu kesulitan dalam hidupnya.
Kedua, "Raddu ma anittum", dalam hal ini kita ingat sosok Bilal bin Rabbah, sebagai seorang hamba sahaya yang luput dari pertimbangan orang-orang di masanya, bahkan Umayah pun tidak pernah melihat Bilal sebagai manusia yang memiliki potensi.
Akan tetapi dimata Rasul sekecil apapun potensi seseorang wajib diberikan apresiasi yang sebesar-besarnya dengan memberikannya kesempatan untuk belajar dan berkembang. Bagaiman seorang hamba sahaya bernama Bilal yang awalnya tidak dikenal bahkan menjadi manusia yang hidup dibawah tekanan dan "hina" yang kemudian hari dibawah asuhan Rasulullah beliau (Bilal) menjadi seorang negarawan, beliau diberikan amanah sebagai bendahara negara sekaligus juru bicara kenegaraan.
Dari sifat Rasulullah ini kita wajib meniru bahwa setiap manusia atau rekan-rekan kita niscaya memiliki kelebihan dan potensi yang wajib kita hargai dan apresiasi. Sebaliknya kita harus selalu memaafkan kesalahan orang lain, sebesar apapun kesalahannya tetap kita maafkan.
Pada dinamika kehidupan berlembaga seringkali kita merasa capek sendiri yang mendorong hasrat kita untuk mencari kaidah bahwa penyebabnya adalah orang lain atau rekan kita tidak memiliki integritas.
Posting Komentar untuk "Mengapa Rasulullah Dicintai Allah"